
BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026 Pertama Kali Cakup Platform Digital dan Ekonomi Gig
Badan Pusat Statistik secara resmi melaksanakan Sensus Ekonomi tahun 2026 yang merupakan salah satu agenda statistik nasional terbesar dan terkomprehensif dalam sejarah Indonesia. Untuk pertama kalinya sensus ini secara resmi mencakup dan mendata usaha-usaha platform digital serta ekonomi gig yang telah berkembang sangat pesat dan mengubah lanskap bisnis secara fundamental di era digital ini. Sensus dilaksanakan untuk memotret kondisi terkini seluruh pelaku ekonomi dari usaha mikro kecil menengah hingga besar di seluruh Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Cakupan Wilayah dan Metodologi Pendataan
Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh sektor ekonomi yang tersebar di 38 provinsi 514 kabupaten dan kota serta ribuan kecamatan di seluruh Indonesia. Petugas sensus yang telah dilatih secara profesional akan mendatangi langsung setiap lokasi usaha untuk melakukan pendataan door-to-door menggunakan perangkat digital terkini. BPS juga memanfaatkan big data dan data administrasi dari berbagai kementerian dan lembaga sebagai data pendukung. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah unit usaha tenaga kerja nilai produksi investasi tingkat digitalisasi usaha dan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan nasional.
Manfaat Data bagi Pembangunan Nasional
Data hasil SE 2026 akan menjadi basis data utama bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran dan berbasis bukti. Di tingkat nasional data ini digunakan untuk penghitungan PDB penentuan prioritas pembangunan dan evaluasi program pemerintah. Bagi pelaku bisnis dan investor data ini menjadi acuan dalam pengambilan keputusan investasi. BPS menjamin kerahasiaan data responden sesuai UU No 16 Tahun 1997. Partisipasi aktif seluruh pelaku ekonomi sangat menentukan keberhasilan sensus dan kualitas data yang dihasilkan untuk pembangunan Indonesia.
Sumber: Bisnis.com/Antara News




