Beranda / Nasional / Pemerintah Klaim Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan Berhasil Turun

Pemerintah Klaim Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan Berhasil Turun

APBN 2025 Dinilai Efektif sebagai Instrumen Fiskal

Jakarta, Insan Indonesia — Pemerintah mencatat bahwa tingkat pengangguran dan angka kemiskinan mengalami penurunan yang signifikan di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh dengan tantangan. Capaian ini disebut sebagai hasil dari pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 yang dinilai memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan dalam Rapat Paripurna di Kompleks DPR RI, Kamis (2/7/2026), bahwa pelaksanaan APBN 2025 berfungsi efektif sebagai instrumen fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat, serta mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.

Data Penurunan Pengangguran

Menurut data yang dipaparkan Menkeu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat turun menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025, dari sebelumnya 4,91 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun penurunannya relatif kecil, tren ini menunjukkan perbaikan berkelanjutan di pasar tenaga kerja Indonesia.

Penurunan tingkat pengangguran ini didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi pasca pandemi serta berbagai program pemerintah yang mendorong penciptaan lapangan kerja. Sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi menjadi sektor-sektor utama yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Kemiskinan Menurun ke Level 8,25 Persen

Sementara itu, tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen pada September 2025, dari 8,57 persen pada September 2024. Penurunan sebesar 0,32 persen ini menunjukkan bahwa program-program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi yang dijalankan pemerintah berhasil menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Menkeu Purbaya menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan konsistensi pemerintah dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas fiskal dari waktu ke waktu. “Capaian ini bukan tujuan akhir, melainkan landasan untuk terus mendorong perbaikan tata kelola yang berkelanjutan,” kata Menkeu.

Stimulus Ekonomi Rp110,7 Triliun

Pemerintah menilai bahwa capaian positif ini tidak terlepas dari berbagai stimulus ekonomi yang digelontorkan sepanjang tahun 2025 dengan total nilai mencapai Rp110,7 triliun. Stimulus tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, dan memperkuat sektor riil melalui dukungan kepada UMKM dan sektor padat karya.

Selain itu, stimulus juga diberikan untuk mendukung sektor perumahan melalui program subsidi perumahan, program magang nasional untuk lulusan baru, diskon tiket pada masa liburan, hingga pemberdayaan generasi muda melalui program kewirausahaan. Berbagai program ini diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tantangan ke Depan

Meskipun menunjukkan perbaikan, pemerintah tetap waspada terhadap berbagai tantangan yang masih membayangi perekonomian nasional. Tekanan inflasi global, ketidakpastian ekonomi dunia, serta dampak perubahan iklim menjadi faktor-faktor yang perlu diantisipasi dalam penyusunan kebijakan ke depan.

Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas belanja negara dan memperkuat program-program perlindungan sosial agar penurunan angka kemiskinan dan pengangguran dapat terus berlanjut secara berkelanjutan.

Sumber: Okezone.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *