Beranda / Teknologi / Forum Davos 2026 Rilis 10 Teknologi Paling Disruptif: dari AI Multimodal hingga Biofabrikasi Organ Buatan

Forum Davos 2026 Rilis 10 Teknologi Paling Disruptif: dari AI Multimodal hingga Biofabrikasi Organ Buatan

Dalian, Tiongkok, Insan Indonesia — Forum Ekonomi Dunia (WEF) melalui gelaran Davos Musim Panas (Summer Davos) 2026 di Dalian, Tiongkok, merilis laporan tahunan bertajuk “Top 10 Emerging Technologies of 2026” yang mengidentifikasi inovasi-inovasi paling disruptif yang diprediksi akan mengubah dunia dalam waktu dekat. Laporan yang dirilis pada Selasa (23/6) ini disusun oleh panel ahli yang terdiri dari ilmuwan, akademisi, dan pemimpin industri dari berbagai negara.

10 Teknologi Berkembang 2026

1. AI Generatif Multimodal — Model AI terkini mampu memproses dan menghasilkan teks, gambar, suara, video, dan kode secara simultan. Akan merevolusi industri kreatif, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik.

2. Baterai Sodium-ion — Alternatif lithium-ion yang lebih murah dan ramah lingkungan dengan bahan baku melimpah. Mempercepat adopsi kendaraan listrik di negara berkembang dan solusi penyimpanan energi terbarukan.

3. Kendaraan Otonom Level 4 — Beberapa kota di AS, Tiongkok, dan Eropa telah mengizinkan taksi otonom tanpa pengemudi. Diprediksi mengurangi kecelakaan akibat human error hingga 40 persen.

4. Komputasi Kuantum — Mulai menunjukkan aplikasi praktis di pengembangan obat, optimasi logistik, dan pemodelan iklim. Mempercepat penemuan obat dari 10 tahun menjadi beberapa bulan.

5. Blockchain & Identitas Digital Terdesentralisasi — Meluas ke manajemen rantai pasok, kontrak pintar, sistem voting digital, dan identitas digital (SSI). Beberapa negara mulai mengadopsi SSI untuk sistem identitas nasional.

6-10. Material biodegradable untuk kemasan dari limbah pertanian, sensor kuantum untuk deteksi presisi tinggi, jaringan 6G dengan kecepatan 100 kali 5G, rekayasa iklim (solar geoengineering) sebagai opsi darurat krisis iklim, dan biofabrikasi organ buatan untuk transplantasi yang telah berhasil diuji pada pembuluh darah dan kulit.

Sumber: Antara News, Kompas Tekno, World Economic Forum

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *