
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan munculnya Siklon Tropis Maysak di wilayah Laut China Selatan. Fenomena alam ini berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia yang perlu diwaspadai oleh nelayan dan pengguna transportasi laut.
Perkembangan Siklon Tropis Maysak
Berdasarkan pantauan terbaru BMKG pada Jumat (3/7/2026) pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis Maysak bergerak ke arah barat laut. Siklon ini tumbuh dari Bibit Siklon 96W dan secara resmi mencapai intensitas siklon tropis pada Jumat dini hari pukul 01.00 WIB. Saat ini, pusat pusaran angin terdeteksi berada di Laut China Selatan sebelah selatan China.
Dalam keterangan resminya, BMKG memprediksi bahwa intensitas siklon ini masih akan bertahan dalam kategori satu dalam satu hari ke depan. “Kecepatan angin maksimum dalam 24 jam ke depan diprakirakan persisten intensitasnya dalam kategori 1 (satu) dengan pergerakan ke arah barat laut,” tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya.
Wilayah Terdampak
Meskipun pusat siklon berada jauh dari daratan Indonesia, BMKG memperingatkan adanya dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di tanah air. Gelombang tinggi dengan kategori Moderate Sea (1,25 hingga 2,5 meter) berpotensi terjadi di wilayah Laut Natuna bagian utara. Peringatan dini ini berlaku setidaknya hingga Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di sekitar perairan tersebut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. “Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan informasi navigasi pelayaran melalui kanal resmi BMKG,” imbau BMKG.
Antisipasi dan Kesiapsiagaan
BMKG merekomendasikan agar para nelayan tradisional tidak melaut terlebih dahulu hingga kondisi cuaca dinyatakan aman. Sementara itu, kapal-kapal besar diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gelombang tinggi yang dapat mengganggu stabilitas pelayaran. Masyarakat pesisir juga diharapkan tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang setempat.
Pemerintah daerah di sekitar wilayah yang berpotensi terdampak telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat siklon tropis ini. Posko-posko bencana telah disiapkan untuk memberikan pelayanan tanggap darurat jika diperlukan.
Sumber: Okezone, SINDOnews, BMKG


