
Indonesia dan Belarus Perkuat Kerja Sama Ketahanan Energi dan Pangan
Indonesia dan Republik Belarus sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral yang lebih intensif di berbagai sektor strategis mencakup ketahanan pangan energi perdagangan investasi dan teknologi pertanian. Kesepakatan ini dimatangkan melalui pertemuan antara Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenko di Jakarta pada Selasa 30 Juni 2026. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia yang direncanakan dalam waktu dekat. Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral yang telah berlangsung sejak tahun 1993 dan membuka babak baru kerja sama ekonomi antara kedua negara yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Peluang Kerja Sama di Sektor Pertanian dan Pangan
Indonesia melihat potensi besar untuk mengimpor teknologi pertanian modern dari Belarus guna mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Belarus dikenal sebagai salah satu produsen pupuk kalium terkemuka di dunia serta memiliki keunggulan kompetitif dalam produksi traktor dan mesin pertanian modern yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian Indonesia. Menteri Pertanian Indonesia menyambut baik potensi kerja sama ini terutama dalam rangka modernisasi alat dan mesin pertanian atau alsintan yang menjadi salah satu pilar utama pembangunan sektor pertanian nasional. Belarus juga menawarkan program transfer pengetahuan dan teknologi dalam teknik budidaya pertanian di lahan marginal dan subtropis yang dapat diadaptasi untuk kondisi geografis Indonesia yang beragam dan kaya akan sumber daya hayati.
Kerja Sama di Bidang Energi dan Teknologi Baru
Di sektor energi kedua negara membahas secara mendalam peluang kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan dan peningkatan efisiensi energi. Belarus memiliki pengalaman yang luas dan terbukti dalam pengembangan teknologi energi biomassa yang sangat relevan dengan potensi sumber daya hayati Indonesia yang melimpah. Selain biomassa Belarus juga menawarkan kerja sama dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir skala kecil yang dapat menjadi solusi penyediaan energi listrik yang andal bagi daerah-daerah terpencil dan wilayah kepulauan di Indonesia. Kerja sama ini sejalan dengan target ambisius pemerintah Indonesia untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan pertambahan jumlah penduduk.
Hubungan Diplomatik Bilateral dan Dampak Ekonomi
Sejak menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1993 Indonesia dan Belarus telah aktif bekerja sama dalam berbagai forum internasional termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Gerakan Non-Blok. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi Belarus di sektor-sektor prioritas nasional seperti pertanian energi dan infrastruktur. Sementara itu Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenko menyatakan keyakinannya terhadap prospek kerja sama ekonomi bilateral yang dinilai sangat potensial dan saling menguntungkan. Penguatan kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses pasar baru bagi produk ekspor Indonesia di kawasan Eropa Timur dan negara-negara CIS lainnya sekaligus memperkuat posisi diplomasi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Sumber: Liputan6.com



